Kamis, 01 Maret 2012

MEMILIKI ANAK CEDERA OTAK SALAHKAH ???...


Tepat 3 tahun yg lalu, ketika dia lahir, sejuta senyuman bahagia menghampiri hatiku dan istriku. Dengan penuh cinta kusambut dia, walaupun sejak lahir dia sdh berbeda, dirawat di inkubator selama 1 bulan. Hati ku mulai gundah gulana, sejak kepulangan anak ku dari rumah sakit, kulihat perkembangannya makin tidak ada. Tatapannya Hampa, kosong, Hanya insting nya yang berbicara, Dia seperti tidak mengenal dirinya sendiri... Aku semakin gelisah, sedih, takut dan khawatir. Semakin dia tumbuh, aku semakin tdk karuan. Beribu pertanyaan muncul di benak ku.


Puncak dari semua ini saat aku bawa bidadari ku ke dokter anak di i jambi. Ketika baru masuk ke ruangan, pak dokter langsung memegang kepalanya dan berkata: " anak mu terkena microcepalus".... aku terdiam seribu bahasa. Terpaku dan bingung. Aku diperintah kan dokter untuk scanning kepala nya. Dan di rujuk ke dokter bedah saraf. Malamnya aku makin tidak karuan. Tiba2 istri ku memeluk dan menangis, tanpa sadar aku pun mengeluarkan air mata. Berdua dengan istri ku, kami tatap wajah putri kami yang tertidur pulas, air mata tidak berhenti jatuh karena masih terngiang di telingaku penjelasan dokter tadi. Beribu pertanyaan aku lontarkan di bibir hatiku. Apa salah bidadari ku... Jangan hukum dia..... sampai semalam suntuk aku tidak bisa tidur.


Keesokan harinya kubawa buah hati ku menemui dokter bedah saraf. AKu didampingi istriku, mama dan papa ku tersayang. Kami menghadap pak dokter dengan membawa hasil scan. Aku dengarkan dengan bijak setiap penjelasan dokter, ku amati dan ku perhatikan, sepertinya si dokter sdh berupaya menjelaskan, namun terasa berat di mulutnya untuk mengatakan: " anak ini tidak bisa diobatai", dengan bijaksana si dokter menjelaskan kita hanya berusaha, semua kembali kepadaNya....


TIDAAAKKKKKK..... Mau aku berteriak. AKu tidak sanggup melihat anak ku menderita. AKu mau marah dg diriku sendiri. Aku benci melihat ketidak mampuan ku menerima ini. Sampai suatu saat Mama dan papa ku tercinta mengatakan...: " jangan pernah malu dan tersiksa merawat anak ini, sesungguhnya dibalik semua ini ada hikmah yg besar". Tuhan maha adil.... AKu mulai semangat.. Bangkit.. sembari dibantu papa dan mama ku tercinta.


Kutanamkan di diriku aku harus bekerja keras untuk anak ku, supaya bisa jadi diri nya sendiri. Aku percaya dia tidak bisa sembuh, tapi aku yakin dia bisa jadi dirinya sendiri. Berbagai jalan sudah ku tempuh. Kemana pun akan ku bawa untuk berobat. Obat yg jutaan harganya pun  ku beli dg berbagai harapan yg bahagia. Namun tahun berganti tahun sampai tahun ketiga ini tdk ada perobahan yg berarti bagi buah hati ku fayza....


Ada apa ini... aku beserta istri putus harapan. Kami bulatkan tekad biarlah seperti ini sampai kapanpun. Namun semua itu salah, setelah aku bertemu dengan KOACI ( KOMUNITAS ORANG TUA ANAK CEDERA OTAK INDONESIA)  yang di pelopori mbak ling ling. Disini aku baru sadar, ternyata aku tidak sendiri, ada beribu orang tua yg mengalami sama seperti ku, bahkan lebih buruk. Mbak ling menyadarkan aku, sebenarnya obat untuk anak ku ada di rumah ku sendiri yaitu aku dan istri ku. Kita para orang tuanya lah obat yg manjur bagi mereka. Selama ini aku salah kalau menganggap anak ku ini lemah, mendiamkan dia tdk berdaya, sampai suatu saat mbak ling ku undang datang ke padang, beliau  menekankan kepadaku.Jangan prilakukan anak ini seperti ini, tapi prilakukanlah dia seperti anak normal. Diajak bicara, nonton Tv, bermain, makan, jalan-jalan. Selama ini aku salah, takut bawa dia jalan-jalan karena  males lihat lirikan mata orang2 yg dihati mereka berkata: "ih amit punya anak kayak gitu". Sumpah serapah muncul di benakku. Semua pudar ketika ling ling datang ke padang.


Selama 3 hari 2 malam, aku diskusi panjang dengan mbak ling2. Aku tanya dari A sampai Z. AKu tanya hingga aku puas. Satu hal yang membuatkan Semangat dan bahagia. Aku tidak harus malu mempunyai anak seperti ini, aku Harus bersyukur, karena ALLAH SWT mempercayai ku dan istri ku untuk mengemban amanah sebagai orang tua Fayza yg butuh perhatian lebih. Aku terpilih oleh ALLAH karena aku yakin ALLAH memandangku mampu mengemban amanah ini. Ini bukan hukuman tapi ini Ujian. Ini bukan kutukan tapi ini Cobaan yg penuh hikmah...


Mulai sekarang aku akan umumkan ke semua orang... aku memiliki anak yang mengalami cedera otak. Dia seorang putri yang sangat cantik. Aku tidak malu lagi, karena aku Bangga bisa menjadi Ayah bagi Fayza. Karena tidak semua orang tua sanggup mempunyai anak seperti ini....


 Memiliki anak cedera otak.... salahkah???????..... TIDAK...Hikmah yang paling utama adalah aku bisa lebih banyak belajar dari anak ku sendiri......


Fayza....  anak ku.... Ku buat tulisan ini dengan penuh rasa cinta dan bangga dengaan dirimu nak. Dibalik kelemahan mu, engkau tetap berjuang untuk bisa bertahan  hidup sampai sekarang... BUYA CINTA.... MMMMMUUUUAAACCHHHH
tetap semangat