Siapa itu Ahlussunnah wa Al-Jama'ah ???
Definisi Ahlussunnah wal Jama'ahSegala puji hanya bagi Allah Ta'ala Pengatur Alam Semesta, salam dan shalawat atas Rasulullallahu shallallahu 'alaihi wasallam, keluarga, para Shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
Maraknya pembicaraan tentang Ahlussunnah wal Jama'ah serta banyaknya orang-orang yang mengklaim dirinya adalah Ahlussunnah wal Jama'ah membuat sebagian orang menjadi bingung apalagi jika orang yang mengklaim dirinya sebagai Ahlussunnah wal Jama'ah tersebut menyelisihi pokok ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah itu sendiri dan yang lebih ironi lagi ketika ada sebagian orang yang mengolok-olok dan mengejek orang-orang yang benar-benar berada diatas jalan Ahlussunnah wal Jama'ah, sehingga perkara yang jelas menjadi rancu akibat fenomena yang telah berlalu penyebutannya.
Siapa Ahlussunnah wal Jama'ah itu?, Dan apa ciri-cirinya?, dalam tulisan ringkas ini penulis akan menjelaskan dua pertanyaan tersebut, dengan harapan agar tulisan ringkas ini menjadi salah satu amal jaariyah dan sebagai andil dalam menyebarkan kebenaran.
■ Siapa Ahlussunnah wal Jama'ah itu?
Ahlussunnah tersusun dari tiga rangkai kata bahasa arab yaitu "Ahlu", "As-Sunnah" dan Al-"Jam'ah" dalam bahasa Arab tertulis الجماعة و السنة أهل
- Dikatakan Ahlussunnah karena mereka berpegang-teguh dengan sunnah dan petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, mereka menempuh jalan beliau secara zahir dan bathin dalam akidah(keyakinan), ucapan dan amalan. (Minhaaj As-Sunnah An-Nabawiyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah : 2/221, Majmu' Al-Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah : 4/155, Manhaj Al-Istidlaal alaa Masaail Al-I'tiqaadiyyah inda Ahlu as-Sunnah wa Al-Jama'ah karya Utsman bin Ali bin Hasan : 1/28-31).
- Makna As-Sunnah :
Secara etimologi bermakna jalan atau sirah, baik yang terpuji maupun yang tercela. (Mishbaah Al-Muniir : 292).
- Secara terminology bermakna jalan yang ditempuh dalam beragama yang dicontohkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Khulafaa Ar-Raasyidiin berupa keyakinan, amalan dan ucapan. Kebanyakannya penggunaan kalimat As-Sunnah secara khusus terkait dengan keyakinan(I'tiqad) karena ia merupakan pokok agama, dan yang menyelisihinya berada pada bahaya yang sangat besar.(Jaami' Al-'Uluum wa Al-Hikam : 2/120).
- Al-Jama'ah memiliki dua makna :
- Jama'ah yang diinginkan adalah generasi pertama ummat ini, merekalah para Shahabat radhiyallahu 'anhum. Dia adalah As-Sawaadul A’dzam (kelompok yang terbesar) karena dia adalah Al-Jama’ah. [Dikeluarkan oleh Abu Na'im dalam Hilyatul Auliya' 9/239]
- Jama'ah yang dinginkan adalah kaum muslimin yang senantiasa taat pada pemimpin negaranya, mereka berjihad dibawah komandonya, mentaatinya dalam perkara yang ma'ruf.
Al-Jama’ah itu adalah yang sesuai dengan ketaatan Allah Subhanahu wa Ta’ala walaupun kamu sendirian” [Dikeluarkan oleh Al-Lalikaaiy dalam Syarh Ushul I'tikad Ahlus Sunnnah wa Jama'ah (160) dan Ibnu Asaakir dalam Tarikh Dimasyqi 13/322/2]
Ishtilah "Ahlussunnah wal Jama'ah" memiliki dua sisi pemakaian :
- Secara umum.
- Secara khusus.
keterangan :
- Pemakaian secara umum adalah pemaknaan yang merupakan lawan dari Syi'ah, maka dari sisi pemaknaan ini seluruh kelompok masuk didalamnya kecuali Syi'ah(Rafidhah).
- Pemakaian secara khusus adalah pemaknaan yang merupakan lawan dari Ahli bid'ah dan pengekor hawa nafsu, maka dari sisi pemaknaan ini tidak ada yang masuk didalamnya kecuali Ahli Hadits dan Ahli Sunnnah yang murni, mereka meyakini dan menetapkan sifat-sifat Allah Ta'ala dan mengatakan Al-Qur'an adalah kalamullah dan bukan mahkluk, Allah dapat dilihat pada hari kiamat dan masih banyak lagi berupa pokok-pokok keyakinan Ahlussunnah, makna kedua inilah yang diinginkan dalam pembahasan ini.
Dari mana penamaan ini diambil?, jawabannya ada pada sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berikut ini :
- Nabi shallallahu 'alaihi bersabda : "hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa Ar-Rasyidiin, gigitlah dengan gigi geraham kalian, dan hendaknya kalian berhati-hati dari perbuatan baru(dalam agama), karena setiap perkara baru(dalam agama) itu adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan tempatnya dalam Neraka.
- Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "demi yang jiwaku berada ditangan-Nya, ummatku pasti akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, satu kelompok dalam Syurga dan tujuh puluh dua yang lainnya dalam Neraka", dikatakan kepada beliau "wahai Rasulullah siapa mereka?", beliau menjawab : "Al-Jama'ah". (lafadh hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunannya : 2/1322, nomor 3992, dan ini merupakan hadits yang Masyhur dan memiliki lafadh yang berbeda-beda).
Penamaan lain dari Ahlussunnah wal Jama'ah.
- Ahli Hadits dan Ahli Atsar.
2. Al-Firqah An-Naajiyah(golongan yang selamat).
- penamaan ini disebutkan dalam hadits yang telah berlalu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "demi yang jiwaku berada ditangan-Nya, ummat pasti akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, satu kelompok dalam Syurga dan tujuh puluh dua yang lainnya dalam Neraka", dikatakan kepada beliau "wahai Rasulullah siapa mereka?", beliau menjawab : "Al-Jama'ah".(lafadh hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunannya : 2/1322, nomor 3992, dan ini merupakan hadits yang Masyhur dan memiliki lafadh yang berbeda-beda).
3. Ath-Thaaifah Al-Manshurah(golongan yang dimenangkan).
- penamaan ini tersbut dalam hadits berikut :
Nabi shallallahu a'alaihi wasallam bersabda : "akan senantiasa ada sekelompok dari ummatku yang tampak(dimenangkan) diatas kebenaran, orang-orang yang mencela mereka tidak mampu memberi mudharat kepada mereka hingga datangnya keputusan Allah (yaitu kiamat) dan mereka tetap seperti itu." (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya : 13/65. Dan hadits ini juga diriwayatkan dari jalur yang berbeda dengan beragam lafadh).
4. As-Salaf.
penamaan ini diambil dari hadits berikut :
Nabi shallallahu 'alaihi bersabda kepada abda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada putrinya Fathimah radihyallahu ‘anha :
“bertakwalah kepada Allah dab bersabarlah, Karena sesungguhnya sebaik-baik salaf bagi kamu adalah saya”. Dikeluarkan oleh Bukhary no.5928 dan Muslim no.2450.
Khusus tentang penamaan ini akan datang penjelasannya dalam tulisan berikutnya.
5. Al-Ghurabaa'(orang-orang yang asing).
Penamaan ini diambil dari hadits berikut :
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.“Artinya : Sesungguhnya Islam dimulai dengan keterasingan dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing (Al-Ghuraba)” [Diriwayatkan oleh Muslim 2/175-176 -An-Nawawiy]
■ Ciri-ciri khas Ahlussunnah wa Al-Jama'ah :
- Mereka tidak memiliki panutan yang diikuti kecuali Rasullallahu 'alaihi wasallam, mereka adalah orang-orang yang paling mengerti ucapan dan keadaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan mereka adalah orang-orang yang mampu membedakan antara hadits shahih dan hadits dhaif.
- Mereka menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pembimbing mereka, mengambil agama dari keduanya, mereka menimbang ucapan, pendapat dan akal mereka dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, jika mereka mendapatinya sesuai dan cocok dengan keduanya, maka mereka menerimanya dan bersyukur kepada Allah yang telah memperlihatkan kepada mereka kebenaran dan memberikan mereka taufiq menuju kebenaran. Dan sebaliknya jika mereka mendapati ucapan, pendapat dan akal mereka menyelisihi keduanya(yakni Al-Qur'an dan As-Sunnah), maka mereka akan meninggalkan pendapat mereka dan mengambil Al-Qur'an dan As-Sunnah, karena mereka yakin bahwasanya Al-Qur'an dan As-Sunnah hanya menunjuki mereka kepada kebenaran, dan pendapat manusia terkadang benar dan tekadang salah.
3. Mereka tidak dikenal dengan penisbatan tertentu dan juga tidak memiliki penamaan tertentu sebagaimana yang dsebutkan oleh sebagian para ulama yang ditanya tentang sunnah : "As-Sunnah tidak memiliki nama kecuali As-Sunnah (itu sendiri)," berbeda dengan Ahli bid'ah yang terkadang menisbatkan diri mereka kepada pendapat tertentu, atau kepada orang tertentu, sedangkan Ahlussunnah berlepas diri dari semua penisbatan tersebut dan hanya bernisbah kepada hadits dan As-Sunnah. (Muhktashar Shawaaiq Al-Mursalah hal. 500).
4. Buku-buku tulisan mereka dari awal hingga akhir berisi akidah yang sama walaupun berbeda negeri, zaman dan tempat tinggal mereka, mereka tidak berselisih dalam masalah akidah dan tidak didapatkan dalam penukilan mereka perbedaan dan perpecahan, dan jika seandainya dikumpulkan apa yang mereka ucapkan dan nukilkan dari pendahulu mereka, maka seakan-akan ia bersumber dari hati dan lidah yang satu. Demikianlah kebenaran yang diambil dari Rasulullallah shallallahu 'alaihi wasallam yang datangnya dari Allah yang Maha Benar :
"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (An-Nisaa' : 82). (Muhktashar Shawaaiq Al-Mursalah hal. 497).
5. Mereka adalah kelompok yang bersikap pertengahan diantara seluruh kelompok, sebagaimana Islam itu adalah agama yang pertengahan dari seluruh agama. (Muhktashar Shawaaiq Al-Mursalah hal. 497).
Dari penjelasan yang telah berlalu dapat diambil beberapa kesimpulan :
- Ahlussunnah wa Al-Jama'ah adalah orang-orang yang mengikuti jejak Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam beragama.
- Penamaan Ahlussunnah wa Al-Jama'ah diambil dari dalil-dalil Syar'i, demikian pula penamaan-penamaan lainnya, berbeda dengan para pengekor hawa nafsu yang memiliki nama sesuai dari pendapat gurunya, nama pendiri atau nama jama'ahnya, yang kesemua penamaan yang mereka gunakan tidak berasal dari dalil-dalil Syar'i, sebagai contoh :
- Mu'tazilah.
-Asy'ariyyah.
- Raafidhah.
-Jama'ah Tabligh.
- Hizbut Tahrir.
- Ikhwanul Muslimin.
- Naqsabandiyyah.
- Ahmadiyyah.
- dan lain-lain.
3. Kebahagian yang hakiki hanya akan didapatkan dengan menempuh jalan orang-orang yang diridhai oleh Allah Ta'ala, dalam hal ini mereka adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan para Shahabatnya serta orang-orang ynag mengikuti mereka dengan baik.
4. Ahlussunnah wa Al-Jama'ah (dengan makna yang telah berlalu penjelasannya) adalah orang-orang yang senantiasa berada diatas kebenaran, mereka mengajak manusia kejalan Allah dengan metode yang ditempuh oleh para pendahulu mereka, menasehati dengan hujjah dan argumentasi yang kuat bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah, serta memperingatkan ummat dari bahaya syirik dan bid'ah walaupun para pengekor hawa nafsu tidak menyukainya.
5. Ahlussunnah wa Al-Jama'ah akan senantiasa berada diatas kebenaran dan ditolong oleh Allah Ta'ala, mereka dimenangkan dari seluruh kelompok sempalan dalam Islam, dan merupakan hujjah atas pengekor hawa nafsu.
6. Ejekan dan gangguan orang-orang yang membenci mereka tidak berpengaruh sedikitpun atas mereka hingga datangnya ketentuan Allah Ta'aala.
7. Orang-orang yang menyampaikan kebenaran akan dibenci dan diganggu oleh orang-orang jahil, dan itu merupakan sunnatullah diatas permukaan bumi ini.
8. Wajibnya mengikuti petunjuk yang dibawa oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
9. Ancaman bagi orang-orang yang menyelisihi petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
10. Ummat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya masuk Neraka kecuali satu. Semoga Allah menjadikan penulis dan para pembaca termasuk dalam golongan yang diselamatkan. Aamiin yaa muujibas saa-iliin.
SUMBER:
(Diambil dari Ma'aalim Ushul Fiqh 'inda Ahlis Sunnah wa Al-Jama'ah karya Muhammad bin Hushain bin Hasan Al-Jaizaaniy, cetakan Daar Ibnu Al-Jauzy tahun 1427 H – dengan sedikit tambahan).
Al-Madinah Al-Munawwarah, 19 Safar 1433 H/ 13 January 2012.
Mantan Jama'ah Tabligh Tobat (Muhammad).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar