Mengenal Agama Syi’ah (Rafidhoh)
بسم الله الرحمن الرحيم
Ditulis:
Abu Ubayd Fadly al-Bughisy
Abu Ubayd Fadly al-Bughisy
Muroja’ah:
Abu Muqbil Ali Abbas
-semoga Alloh menjaga mereka semua-
Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada 21 Dzulhijjah 1432H
الحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام على أشرف الانبياء و المرسلين و لا عدوان الا على الظالمين
: أما بعد
Gemuruh
seruaan doa qunut nazilah telah terdengar dari berbagai penjuru
dunia, Wahai Alloh binasakanlah kaum rofidhoh, musuh-Mu, musuh
rosul-Mu, musuh malaikat-malaikat-Mu, dan musuh hamba-hamba-Mu yang
sholeh, khususnya dari kalangan Ahlussunnah yang gigih membela
kebenaran tanpa rasa takut.
Mungkin
sebagian kita ada yang bertanya-tanya ataupun terheran-heran dengannya,
terlebih lagi ketika fatwa Asy Syaikh Robi' Al-Madkholy tersebar, yang
menyebutkan bahwa konflik antara Ahlussunnah dengan rofidhoh adalah
konflik antara Islam dan kekufuran…!
Maka
–insya Alloh- saya dengan sedikit tulisan ini akan menyebutkan
beberapa perkara yang bisa menjadi argumen atas perkara tersebut, yang
menjelaskan tentang Rofidhoh. Maka kami katakan dengan pertolongan
Alloh :
Asal usul Rofidhoh:
Kelompok ini berasal dari kelompok syi’ah. Dimana kelompok tersebut didirikan oleh Abdulloh bin Saba’ berasal dari Yaman yang dahulu adalah seorang yang beragama yahudi. Ia menampakkan keislamannya serta menampakkan sikap extrim terhadap ‘Ali bin Abi Tholib -semoga
Alloh meridhoinya- dan keturunannya (Ahlil-Bait) karena mereka adalah
orang-orang yang dimuliakan oleh kaum muslimin untuk mengelabuhi kaum
muslimin, kemudian ia menebar makar demi makar serta racun demi racun
ditengah-tengah barisan kaum muslimin untuk merusak Islam dari dalam,
sebagaimana yang dilakukan oleh Bulis bin Yusya’ -seorang dari raja Yahudi- untuk merusak agama Nashroni.
“Rofidhoh“ berasal dari kata رفض yaitu
meninggalkan, Mereka dikatakan sebagai “Rofidhoh“ ketika Zaid bin ‘Ali
(salah seorang dari keturunan ‘Ali Ahlul-Bait) menyanjung Abu Bakar
dan ‘Umar –rodhiyallohu ‘anhuma-, kemudian merekapun tidak setuju dan
meninggalkannya. Maka Zaid bin ‘Ali berkata : kalau begitu kalian adalah
‘rofidhoh’ (lihat ilhadul-khumaini karya Asy-syaikh Muqbil
-rohimahulloh-)
Sebagaimana yang
telah lalu bahwa kelompok ini didirikan oleh seorang yahudi maka
kebanyakan dari ‘aqidah mereka persis dengan keyakinan yahudi, bahkan
lebih parah dari yahudi, diantara perkara tersebut adalah:
1) Orang-orang Yahudi memusuhi malaikat Jibril sebagaimana yang diakui oleh ‘Abdulloh bin Salam -rodhiyallohu ‘anhu-yang dahulu Yahudi kemudian masuk islam. sebagaimana dalam Shohih Al-Bukhory dari Anas bin Malik -rodhiyallohu ‘anhu- no 3329 terbitan darul-fikr.
Demikian juga “Rofidhoh “ memusuhi malaikat Jibril dan menyatakan bahwa Jibril berkhianat dalam menyampaikan wahyu, wahyu tersebut adalah untuk ‘Ali- bukan untuk Muhammad –‘alaihishsholatuwassalam-
مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِين
Barang siapa yang menjadi musuh Alloh, malaikat-malaikat-Nya, Rosul-rosul-Nya, Jibril dan Mikail maka sesungguhnya Alloh adalah musuh orang orang kafir.
(QS. Al-Baqoroh: 98).
(QS. Al-Baqoroh: 98).
2) Orang-orang Yahudi berlebihan terhadap para pendeta dan ahli ibadah mereka sehingga sampai pada peribadatan dan mempertuhankan mereka.
وَقَالَتِ
الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ
ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ
الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
(30) اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ
اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا
إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Orang-orang
Yahudi berkata : ‘Uzair itu adalah putra Alloh, berkata orang-orang
Nasroni : ‘Isa adalah putra Alloh, demikianlah ucapan mereka dengan
mulut-mulut mereka, mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang
terdahulu, semoga Alloh membinasakan mereka, mereka menjadikan
orang-orang alim, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Alloh dan
Juga (mempertuhankan) Al-Masih Ibnu Maryam padahal mereka tidaklah
diperintah kecuali hanya menyembah Dzat Yang Maha Esa, tiada sesembahan
(yang berhaq untuk di sembah) selain Dia (Alloh) Maha suci Alloh dari
apa yang mereka persekutukan.
(QS. At-Taubah: 29-30).
(QS. At-Taubah: 29-30).
Demikian juga ‘Rofidhoh’ mempertuhankan ‘Ali bin Abi Tholib, sehingga ‘Ali bin Abi Tholib membakar mereka.
Sebagian
lagi mempertuhankan imam-imam mereka (lihat Lum’ah ‘anilfiroqidhollah
hal. 39 terbitan Sarussalaf, Syarh Lum’atul-I’tiqod hal 161 terbitan
Adhwa UsSalaf).
3) Orang-orang Yahudi meninggikan kuburan dan melakukan peribadatan disisinya, Nabi bersabda :
لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد
Alloh melaknati Yahudi dan Nasrani mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat sujud( ibadah).
(HR Al-Bukhory dan Muslim dari ‘Aisyah).
(HR Al-Bukhory dan Muslim dari ‘Aisyah).
Demikian
juga ‘Rofidhoh’ (lihat Lum’ah ‘anilfiroqidhollah hal. 39, persaksian
al-Akh Ahmad Al-Mathry di Iran bagian akhir kitab ilhadul-khumainy).
Berkata Al-‘allamah Al-Muhaddits Muqbil bin Hady Al-Waadi’iy-rohimahulloh- :
‘Rofidhoh’ juga membangun kubah-kubah di atas kuburan dan menyeru mayat dari selain Alloh (Sho’qotul Zilzal 2/286).
Perkara ini yang disaksikan oleh Asy-Syaikh Muqbil bin Hady -rohimahulloh- , mereka melakukannya di kuburan Al-Hady di Sho’dah Yaman.
Berkata Ibnu Qoyyim -rohimahulloh- dalam Ighostatul-lahfan 1/198 (Lihat Maktabah Syamilah):
(Demikianlah
ketika Rofidhoh adalah manusia yang paling jauh dari ilmu dan agama,
merekapun memakmurkan kuburan-kuburan dan merusak masjid-masjid).
Dan inilah yang mereka lakukan sekarang ini di Dammaj dan juga Sho’dah, wallohulmusta’an.
4) Orang-orang Yahudi merubah (tahrif) kitab Taurat dengan menambah dan juga menguranginya :
Alloh Ta’ala berfirman:
مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ
Diantara orang-orang Yahudi ada yang merubah kalam (Alloh) dari tempat-tempatnya (QS. An-Nisa 46).
Dan juga berfirman:
أَفَتَطْمَعُونَ
أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ
كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ
يَعْلَمُونَ
Apakah kamu
masih mengharapkan mereka beriman padamu padahal segolongan dari mereka
mendengarkan firman Alloh, lalu mereka merubahnya setelah mereka
memahaminya sedang mereka mengetahui? (QS. Al-Baqoroh: 75).
Demikian juga ‘Rofidhoh’melakukan tahrif dalam Al-Qur-an dan yang mereka lakukan sangatlah banyak , diantaranya adalah:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَةً
Ketika Musa berkata kepada kaumnya sesungguhnya Alloh memerintahkan kalian untuk menyembelih sapi betina. (QS. Al-Baqoroh 67).
Mereka mengatakan yaitu ‘Aisyah
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ
Dia (Alloh) membiarkan dua lautan mengalir kemudian keduanya bertemu.
(QS. Ar-Rahmaan 19).
(QS. Ar-Rahmaan 19).
Mereka mengatakan ‘Ali dan Fatimah (lihat muqoddimatut-tafsiir karya Syaikhul-islam)
5) Orang-orang Yahudi berdusta atas nama Alloh baik dengan tulisan dan menyatakan tulisan tersebut dari Alloh atau yang semisalnya, sebagaimana dalam firman-Nya:
فَوَيْلٌ
لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا
مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا
Maka
kecelakaanlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan
mereka kemudian mengatakan ini adalah dari Alloh untuk mendapatkan
sedikit keuntungan …
(QS. Al-Baqoroh: 79).
(QS. Al-Baqoroh: 79).
وَإِنَّ
مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُمْ بِالْكِتَابِ
لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ
هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ
عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Sesungguhnya
diantara mereka ada yang memutar-mutar lidahnya membaca Al-Kitab ,
supaya kamu menyangka yang dibaca itu sebagian dari Al-Kitab , padahal
itu bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan : itu adalah dari sisi
Alloh, padahal bukan dari Alloh dan mereka berkata dusta terhadap Alloh
sedang mereka mengetahui.
(QS. Ali’Imron: 78).
(QS. Ali’Imron: 78).
Demikian
juga ‘Rofidhoh’ meyakini bahwa Al-Qur-an kaum muslimin kurang dan
mereka memiliki ayat-ayat yang tidak terdapat dalam mushaf kita dan ini
bentuk kedustaan mereka terhadap Alloh.
Alloh Azza wa Jalla berfirman :
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Sesunggunhnya kami yang menurunkan Al-Qur-an dan sesungguhnya kami benar – benar memeliharanya. (QS. Al-Hijr: 9).
Dan kedustaan ini menjadikan mereka sebagai manusia yang paling zalim (lihat Ilhadul-khumainy).
وَمَنْ
أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى
الْإِسْلَامِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Dan
siapakah yang paling zalim dari pada orang yang membuat kedustaan
terhadap Alloh sedangkan dia diajak kepada agama Islam? dan Alloh
tidak memberikan petunjuk kepada orang- orang yang zalim. (QS. Ash-Shoff: 7).
Dan
mereka juga berdusta dan mengatakan ini adalah hadits Nabi
–shollallohu ‘alaihi wa sallam- yaitu wahyu dari Alloh dengan
mendatangkan hadits-hadits yang maudhu’ (dusta).
Berkata Al-Imam Ibnu Qoyyim -rohimahulloh- dalam Al-Manaf Al-Munir 1/116 (Lihat Maktabah Syamilah) :
وأما
ما وضعه الرافضة في فضائل علي فأكثر من أن يعد قال الحافظ أبو يعلى
الخليلي في كتاب الإرشاد وضعت الرافضة في فضائل علي رضي الله عنه وأهل
البيت نحو ثلاث مئة ألف حديث
Adapun hadits-hadits maudhu’ Rofidhoh tentang keutamaan ‘Ali -rodhiyallohu ‘anhu- maka sangat banyak untuk dihitung, berkata Al-Hafizh Abu Ya’la Al-kholily -rohimahulloh- dalam kitab Al-Irsyad : Rofidhoh mendatangkan hadist maudhu’ (dusta) tentang keutamaan ‘Ali -rodhiyallohu ‘anhu-dan juga Ahlul-Bait sekitar tiga ratus ribu hadits.
Kemudian berkata : ولا تستبعد هذا فإنك لو تتبعت ما عندهم من ذلك لوجدت الأمر كما قال
Dan
perkataan ini tidaklah jauh, karena engkau apabila meneliti apa yang
ada pada mereka dalam perkara ini maka engkau akan mendapati nya
seperti yang beliau katakan.
Dalam hadits yang mutawatir Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda :
إن كذبا علي ليس ككذب على أحد من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار
Sesungguhnya
kedustaan tentangku tidaklah seperti kedustaan terhadap orang lain,
barang siapa yang sengaja berdusta tentangku maka hendaknya ia
mempersiapkan tempatnya dari neraka.
Berkata Syikhul-Islam -rohimahulloh- dalam Minhajus-sunnah 1/26 :
وقد
اتفق أهل العلم بالنقل والرواية والإسناد على أن الرافضة أكذب الطوائف
والكذب فيهم قديم ولهذا كان أئمة الإسلام يعلمون امتيازهم بكثرة الكذب
Dan
sungguh Ahli Ilmu penukilan, riwayat dan sanad telah bersepakat bahwa
sesungguhnya rofidhoh adalah kelompok yang paling pendusta, dan
kedustaan pada mereka adalah perkara yang sudah lama, oleh karena itu
Aimmatul-Islam mengenali mereka dengan banyaknya kedustaan.
Alloh berfirman :
إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ
Sesungguhnya yang berbuat dusta adalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Alloh dan mereka itulah para pendusta.
(QS. An-Nahl: 105).
(QS. An-Nahl: 105).
6) Orang-orang Yahudi memusuhi para pembawa kebenaran dan para da’i dari kalangan orang-orang sholih dan juga membunuhnya.
Alloh ta’ala berfirman :
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آَمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا
Sungguh
kamu akan mendapati orang-orang yang paling keras permusuhannya
terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan
orang-orang musyrik (QS. Al-Maidah: 82).
Juga berfirman :
لَقَدْ
أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَأَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلًا
كُلَّمَا جَاءَهُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُهُمْ فَرِيقًا
كَذَّبُوا وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَ
Sesungguhnya
kami telah mengambil perjanjian dari bani Isroil dan mengutus kepada
mereka para rosul, tetapi setiap datang kepada mereka seorang rosul
dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, (maka)
sebagian dari rosul-rosul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain
mereka bunuh.(QS. Al-Maidah: 70).
Demikianlah yang dilakukan mereka saat ini di dammaj yang
hendak membasmi para da’i, penuntut ilmu (pelajar), orang-orang sholeh
dan para masyaikh, sebelumnya mereka hampir-hampir membunuh pendiri
pondok pesantren (Ma’had) tersebut yaitu Asy-syaikh Muqbil
-rohimahulloh- -dengan izin Alloh mereka selalu saja gagal-, mereka dari zaman ke zaman berusaha untuk membasmi para da’i-da’i dengan sekuat kemampuan mereka,
إِنَّ
الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ
بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ
النَّاسِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Sesungguhnya
orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Alloh dan membunuh para Nabi
yang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia
untuk berbuat adil, maka gembirakanlah mereka dengan siksa yang pedih (QS. Ali ‘Imron 21).
7) Orang-orang Yahudi menolong dan membantu orang –orang kafir
untuk memusnahkan dan menghabisi orang –orang yang beriman,
sebagaimana yang Alloh sebutkan dalam perang Khondak atau yang disebut
dengan perang Ahzaab.
Demikian pula yang dilakukan rofidhoh mereka siap untuk menjadi batu loncatan dalam menghabisi orang-orang yang beriman.
Berkata Asy-syaikh Muqbil -rohimahulloh- dalam ‘Sho’qotul Zilzal hal 487 :
Dan
rofidhoh menolong orang-orang kafir menghadapi kaum muslimin, sungguh
mereka telah menolong Hizbul-Isytiroky (komunis) di negri Yaman.
Berkata Ibnu Qoyyim -rohimahulloh- dalam ‘Madarijus-salikin :
ورأينا
الرافضة بالعكس في كل زمان ومكان فإنه قط ما قام للمسلمين عدو من غيرهم
إلا كانوا أعوانهم على الإسلام وكم جروا على الإسلام وأهله من بلية وهل
عاثت سيوف المشركين عباد الأصنام من عسكر هولاكو وذويه من التتار إلا من
تحت رءوسهم وهل عطلت المساجد وحرقت المصاحف وقتل سروات المسلمين وعلماؤهم
وعبادهم وخليفتهم إلا بسببهم ومن جرائهم ومظاهرتهم للمشركين والنصارى
معلومة عند الخاصة والعامة
Dan
kami melihat rofidhoh sebaliknya, pada setiap waktu dan tempat,
tidaklah musuh dari selain islam melawan kaum muslimin kecuali mereka
adalah para penolong mereka dalam perlawan terhadap islam, dan betapa
banyak petaka yang mereka datangkan untuk Islam dan pemeluknya, dan
tidaklah bertebaran pedang-pedang orang-orang musyrik para penyembah
berhala dari pasukan Hulaku dan yang semisalnya dari kalangan Tatar
melainkan melalui mereka, dan tidaklah masjid-masjid rusak,
mushaf-mushaf terbakar, serta terbunuhnya prajurit-prajurit kaum
muslimin, ulama’, ahli ibadah dan pemimpin mereka kecuali disebabkan
mereka, kerjasama serta menolong orang-orang musyrik dan Nasrani adalah
sebuah perkara yang telah diketahui oleh orang-orang tertentu dan
umum.
8) Orang-orang Yahudi menuduh Maryam berzina, demikian pula rofidhoh menuduh ‘Aisyah istri Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam-
Sedangkan Maryam suci dari tuduhan tersebut, sebagaimana dalam firman-Nya:
وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا
Dan Maryam putri ‘Imron yang memelihara kehormatannya.
(QS. At-Tahriim: 12).
(QS. At-Tahriim: 12).
يَا
أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ
بَغِيًّا (28) فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ
فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا (29) قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آَتَانِيَ
الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا (30) وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا
كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا (31)
وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا (32)
وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ
حَيًّا (33)
(Mereka
berkata) ”wahai saudari Harun ayahmu bukanlah orang yang jahat dan
ibumu bukanlah seorang pezina”, maka Maryam menunjuk kepada anaknya,
mereka berkata : ”bagaimana mungkin kami berbicara dengan anak kecil
yang masih dalam ayunan” Berkata ‘Isa : ”Sesungguhnya aku ini adalah
hamba Alloh, ia memberikan padaku Al-Kitab dan menjadikanku sebagai
seorang nabi, dan dia menjadikanku sebagai seorang yang diberkahi
dimana pun aku berada dan dia memberikanku wasiat untuk sholat, zakat
selama aku hidup, berbakti kepada ibuku, dan tidaklah aku dijadikan
sebagai orang yang sombong lagi celaka, dan kesejahteraan dilimpahkan
padaku, pada saat aku lahir, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku
dibangkitkan”.
ذَلِكَ
عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ (34)
مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ سُبْحَانَهُ إِذَا قَضَى
أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Itulah
‘Isa putra Maryam, mengatakan ucapan yang benar, yang mereka
berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Alloh untuk
mempunyai anak , Maha suci Dia, Apabila telah menetapkan sesuatu maka
Dia hanya berkata ‘jadilah’ maka jadilah dia.
(QS. Maryam: 28-35).
(QS. Maryam: 28-35).
Demikian pula rofidhoh
menuduh ‘Aisyah istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan
perzinahan yang mana ‘Aisyah suci darinya , sebagaimana dalam surat
An-Nur setelah Alloh menyebutkan tentang tuduhan orang-orang munafik :
أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Mereka (yang dituduh) bersih dari apa yang dituduhkan (kepada mereka) bagi mereka (yang dituduh) ampunan dan rezki yang mulia.
(QS. An-Nur: 26).
(QS. An-Nur: 26).
Berkata Asy-syaikh Muqbil -rohimahulloh- dalam Ilhadul-Khumaini :
وهذا يعتبر كفرًا لأنه تكذيب للقرآن، وأيضًا نقيصة للنبي -صلى الله عليه وعلى آله وسلم-، وقد نزهه الله عنها
Dan ini (tuduhan tersebut) termasuk bentuk kekufuran karena mendustakan Al-Qur-an dan juga menghinakan Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam-, sedangkan Alloh telah menbersihkan ‘Aisyah dari tuduhan tersebut.
Asy-syaikh Al-‘Utsaimin -rohimahulloh- berkata dalam syarah Lum’atul-‘itiqod hal 155 :
Menuduh
‘Aisyah dengan perkara yang Alloh mensucikannya darinya adalah kufur
karena mendustakan Al-Qur-an dan dalam menuduh ummuhatul mukminin(
istri Nabi yang lain) terdapat dua pendapat dan yang paling benar
adalah kufur , karena ini adalah celaan terhadap Nabi, karena
sesungguhnya wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji.
9) Orang-orang Yahudi menyatakan bahwa tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang beragama yahudi demikian juga nasrani :
وَقَالُوا
لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَى تِلْكَ
أَمَانِيُّهُمْ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Dan
mereka berkata : sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-rang
yang beragama hahudi atau nasrani , demikian itu angan-angan mereka ,
katakanlah : tunjukkanlah bukti kebenaran tersebut apabila kalian
adalah orang-rang yang benar (Al-Baqoroh 111)
Demikian
juga rofidhoh mereka menyatakan bahwa tidak akan masuk surga kecuai
imam-imam mereka dan kelompok mereka. Oleh karena itu mereka
mengkafirkan seluruh kelompok-kelompok islam, dan bahkan mengkafirkan
Abu Bakar , ‘Umar dan para sahabat -kecuali sedikit –rodhiyallohu ‘anhum- , serta melaknati mereka (lihat luam’atu ‘anil firoqidh-dhoollah karya Asy-syaikh Solih Al-Fauzan 38 , ilhadul-khumainy)
Alloh berfirman :
وَالسَّابِقُونَ
الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ
اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ
فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Orang-orang
terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) dari kalangan muhajirin
dan anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik , Alloh
meridhoi mereka dan mereka ridho kepada Alloh dan Alloh menyediakan
bagi mereka surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka
kekal didalamnya selama-lamanya . Itulah kemenangan yang besar
(At-Taubah 100)
Ayat ini bukti yang
nyata bahwa para sahabat nabi , dan yang mengikuti mereka dengan baik
adalah penghuni surga , diridhoi oleh Alloh , sedangkan orang-rang
rofidhoh menyatakan sebaliknya!!?
Berkata Asy-syaikh Al-‘Ustaimin-rohimahulloh- dalam Syarah ‘lum’atul-I’tiqod’ hal 152 :
Hukum mencela para sahabat terbagi menjadi tiga :
-
) Mencela para sahabat dengan celaan yang menunjukkan
kufurnya kebanyakan mereka , atau kebanyakan mereka adalah orang-orang
fasik, maka ini hukumnya kufur , karena ini termasuk mendustakan Alloh
dan rosulnya yaitu dengan (mendustakan)pujian kepada mereka dan
keridhoan bagi mereka.
- )
mencela para sahabat dengan mengutuk dan menjelekkan mereka , maka
dalam perkara ini ada dua pendapat , dan apabila berpatokandengan
pendapat yang tidak menkafirkan hal ini ,(mereka) mengharuskan agar
(para pelakunya) dicambuk dan ditahan sampai ia meninggal atau ia
ruju’(taubat) dari ucapannya.
-
) Mencela mereka dengan perkara yang tidak berkaitan dengan agama
mereka seperti , penakut , bakhil(pelit) maka hal ini tidaklah
termasuk kekufuran. Akan tetapi, diberikan hukuman yang bisa
mencegahnya dari perkara tersebut.
Syikhul-islam Ibnu Taimyyiah menyebutkan semakna dengan ini dalam kitab ‘ ash-shorim al-masluul’
Berkata Ibnu Qoyyim -rohimahulloh- dalam Syifa ul-‘aliil 1/158 (Lihat maktabah Syamilah) :
وهؤلاء
الرافضة يزعمون أن أبا بكر وعمر لم يؤمنا بالله ورسوله طرفة عين ولم
يزالا عدوين لرسول الله صلى الله عليه و سلم مترصدين لقتله
Dan
orang-orang rofidhoh berkata bahwa sesungguhnya Abu Bakar dan ‘Umar
-rodhiyallohu ‘anhuma- tidaklah beriman kepada Alloh dan Rosulnya
sedikitpun dan mereka terus-menerus memusuhi rosululloh-shollallohu ‘alaihi wa sallam- , menanti-nanti kesempatan untuk membunuhnya ….
10) orang-orang yahudi Menyakiti Nabi Musa-‘alahissalam-:
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آَذَوْا مُوسَى
فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا
Wahai
orang-orang yang beriman janganlah kamu menjadi seperti orang-orang
yang menyakiti Musa , maka Alloh membersihkan tuduhan-tuduhan yang
mereka katakan , dan adalah dia (Musa) memiliki kedudukan disisi Alloh (Al-Ahzab 69)
Yaitu
menuduh nabi Musa bahwa ia berpenyakit pada kulitnya ,pada kemaluannya
(besar bijinya)atau yang selainnya (lihat tafsir ibnu Kastir).Nabi
bersabda : “رحمة الله على موسى، فقد أوذي بأكثر من هذا فصبر”.
Semoga Alloh merahmati Musa sungguh ia telah disakiti lebih banyak dari ini dan ia bersabar( HR. Al-Bukhory dan Muslim dari Ibnu Mas’ud -rodhiyallohu ‘anhu-)
Demikian juga rofidhoh tidaklah mereka menuduh ‘Aisyah kecuali untuk menyakiti Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam-, mencela Abu Bakar ‘Umar dan sahabatnya untuk menyakiti beliau -shollallohu ‘alaihi wa sallam- . lihatlah bagaimana sakit yang dirasakan Nabi ketika mereka menuduh ‘Aisyah -rodhiyallohu ‘anha- sampai-sampai beliau-shollallohu ‘alaihi wa sallam- bermusyawarah bersama para sahabatnya untuk menceraikannya (lihat sohih Al-Bukhry no 4750)
11) orang-orang yahudi membuat-buat hari ‘ied yang tidak disyariatkan dalam agama mereka,
Berkata seorang yahudi kepada ‘Umar-rodhiyallohu ‘anhu- :
يا
أمير المؤمنين آية في كتابكم تقرؤونها لو علينا معشر اليهود نزلت –
لاتخذنا ذلك اليوم عيدا . قال أي آية ؟ قال { اليوم أكملت لكم دينكم
وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا } . قال عمر قد عرفنا ذلك
اليوم والمكان الذي نزلت فيه على النبي صلى الله عليه و سلم وهو قائم
بعرفة يوم جمعة
Wahai
amirul mukminin , suatu ayat dalam kitab kalian (Al-Qur-an) kalian
membacanya , seandainya diturunkan kepada kami orang-orang yahudi, maka
kami akan menjadikan hari turunnya sebagai hari raya (‘ied)
‘Umar-rodhiyallohu ‘anhu- berkata : sungguh kami mengetahui hari
tersebut dan tempat turunnya kepada Nabi –shollallohu ‘alaihi wa
sallam- sedangkan ia berdiri di ‘Arofah hari Jumat. (HR. Al-Bukhory no.45 dan Muslim no 3017 cetakan darul fikr )
Demikianlah
rofidhoh membuat-buat hari raya yang tidak disyariatkan . seperti hari
‘iedul Ghodiir yang mereka laksanakan pada tanggal 18 dzulhijjah(lihat ghorotul-asyrithoh jil. 1 hal. 237-248 terdapat faidah yang berkaitan dengan ini) ,
Dimana mereka pada hari tersebut menampakkan kepada ummat kebodohan mereka. Mereka mempermisalkan kambing betina sebagai ‘Aisyah-rodhiyallohu ‘anha- kemudian mencabut-cabut bulunya sebagai bentuk kebencian dan siksaan mereka terhadap ‘Aisyah-rodhiyallohu ‘anha- .(lihat Minhajussunnah jil.1 hal. 13 karya Ibnu Taimiyyah)
Mereka menembaki batu atau gunung dengan penuh amarah dan menyangka itu adalah Mu’awiyah -rodhiyallohu ‘anhu- . padahal tidaklah sampai pada mereka sedikitpun rasa sakit akan tetapi merekalah yang merugi wallohulmusta’an
Nabi – Shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda :
« مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ »
Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak sesuai dengan agama kami maka (amalan tersebut) akan tertolak (HR.Muslim no 1718 dari ‘Aisyah -rodhiyallohu ‘anhu- )
Menjadikan suatu hari sebagai hari raya (‘Ied) adalah bid,ah yang termasuk dari ciri khas Yahudi
Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda :
وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
Dan
hati-hatilah kamu dari perkara perkara yang baru(yang tidak ada
asalnya dalam agama) karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan
setiap kebid’ahan adalah kesesatan (HR Abu Dawud no. 4607 dan At-Tirmidzy no. 2676 dari ‘Irbadh bin Sariyah -rodhiyallohu ‘anhu- )
12) Menghalang-halangi dari kebaikan Alloh Azza wa Jalla berfirman :
قُلْ
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آَمَنَ
تَبْغُونَهَا عِوَجًا وَأَنْتُمْ شُهَدَاءُ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ
عَمَّا تَعْمَلُون
Wahai
Ahli kitab mengapa kamu menghalang-halangi orang-orang yang beriman
dari jalan Alloh, kamu menghendakinya menjadi bengkok(menyimpang)
padahal kamu menyaksikan? dan Alloh tidaklah lalai dari apa yang kamu
kerjakan (Ali ‘Imron 99)
Demikianlah
yang dilakukan rofidhoh , betapa banyak para penuntut ilmu yang mereka
tangkap dan halangi untuk menuntut ilmu di sho’dah , beberapa tahun
yang lalu para penuntut ilmu- baik dari Indonesia ataupun yang
lain-mereka tangkap dalam perjalan menuju dammaj , menghalau
kendaraan-kendaraan yang membawa buku-buku islam untuk dipelajari
bahkan mereka bakar, pada kejahatan kali ini mereka lagi-lagi
menghalangi para jamaah haji untuk menjawab panggilan Alloh ,
wallohulmusta’an
Alloh Azza wa Jalla berfirman :
الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ أَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ
Orang-orang kafir dan menghalang-halangi manusia dari jalan Alloh, Alloh menggugurkan amalan-amalan mereka (Muhammad 1)
13) Membiarkan nabi mereka dan tidak menolongnya sebagaimana dalam firmannya:
وَإِذْ
قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ
عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا
وَآَتَاكُمْ مَا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ (20) يَا قَوْمِ
ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا
تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ (21) قَالُوا
يَا مُوسَى إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا
حَتَّى يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ
Dan
ketika Musa berkata kepada kaumnya, “wahai kaumku , ingatlah ni’mat
Alloh atasmu ketika Dia mengangkat para nabi di antaramu , dan
menjadikan kamu para penguasa , dan memberikan kepada kamu apa yang
tidak diberikan kepada seorangpun dari alamsemesta. Wahai kaumku
masuklah ke tanah suci (palestina) yang telah ditentukan Alloh bagimu
dan janganlah kamu lari (mundur) kebelakang maka kamu akan menjadi
orang-orang yang merugi”. Mereka berkata :” wahai Musa sesungguhnya
dalam negri tersebut ada orang-orang yang perkasa ,dan sesungguhnya
kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar daripadanya, apabila
mereka keluar maka kami akan memasukinya”.(Al-Maidah 20-22)
Mereka juga berkata :
يَا مُوسَى إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ
“Wahai
Musa sungguh kami tidak akan memasukinya selama-lamnya selagi mereka
berada didalamnya , maka pergilah engkau dan Robb-mu dan berperanglah,
sesungguhnya kami hanya duduk disini saja” (Al-Maidah 24)
Demikian juga rofidhoh , melakukan hal tersebut pada ‘Ali bin Abi Tholib , Al-Husain , dan Zaid –rodhiyallohu ‘anhum- (lihat ilhadul-khumainy)
14) Menunda berbuka puasa:
Rosululloh bersabda :
« لاَ يَزَالُ الدِّينُ ظَاهِرًا مَا عَجَّلَ النَّاسُ الْفِطْرَ لأَنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى يُؤَخِّرُونَ »
Agama akan terus menerus tampak selagi manusia menyegerakan berbuka , karena sesungguhnya yahudi dan nasharo mengakhirkannya (HR Abu Dawud no 2355 dari Abu Huroiroh-rodhiyallohu ‘anhu- dihasankan oleh Asy-syaikh Muqbil dalam Ash-Shohiihul-Musnad no.1416 dan Al-Albany )
Nabi juga bersabda :
لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر
Manusia akan terus menerus dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka puasa (HR. Al-Bukhory no.1957 dan Muslim no.1098 dari Sahl bin Sa’d -rodhiyallohu ‘anhu- )
Al-Hafidhz Ibnu Hajar berkata , berkata Ibnu Daqiiqil’ied :
في هذا الحديث رد على الشيعة في تأخيرهم الفطر إلى ظهور النجوم
Dalam hadist ini terdapat bantahan terhadap syi’ah dalam pengakhiran buka mereka sampai kepada nampaknya bintang …(Fathulbari 4/235 maktabatush-shofa) ,
15) orang-orang yahudi tidak memakan daging unta demikian juga rofidhoh , sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- dalam Zaadul-ma’aad :
لحم
الجَمل: فَرْقُ ما بين الرافضة وأهل السُّنَّة، كما أنه أحد الفروق بين
اليهود وأهل الإسلام. فاليهود والرافضة تَذُمُّه ولا تأكله، وقد عُلِمَ
بالاضطرار من دين الإسلام حِلُّه، وطالَما أكله رسولُ اللهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وأصحابُه حَضَراً وسَفَراً
Daging
unta : perbedaan antara rofidhoh dan Ahlissunnah , sebagaimana hal ini
adalah salah satu perbedaan antara orang-orang yahudi dan pemeluk
agama islam. Yahudi dan rofidhoh mencela unta dan tidak memakannya ,
dan sungguh telah diketahui bersama dengan pasti dari agama islam
tentang halalnya , dan Rosululloh dan juga para sahabatya memakannya
dalam keadaan mukim dan safar.
16) membiarkan kumis dan mencukur jenggot :
عَنِ
ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- «
خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى »
Dari Ibnu ‘Umar -rodhiyallohu ‘anhu- berkata Rosululloh-shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda : selisihilah orang-orang musyrik cukurlah kumis dan biarkanlah jenggot (HR. Al-Bukhory no. 5892 dan Muslim no.259)
Sungguh
kami telah melihat orang-orang rofidhoh dengan kumis yang panjang
sampai menutupi bibir mereka ,dan mencukur jenggot-jenggot mereka.
Apa
yang tertera diatas adalah sebagian dari kemiripan agama mereka dengan
agama yahudi yang banyak jumlahnya, bersamaan dengan itu mereka juga
mengumpulkan banyak kesalahan yang tidak sesuai dengan ajaran Alloh
Ta’ala agama islam , seperti :
-
Mengutamakan ‘Ali dalam Khilafah dari pada ‘Ustman , ‘Umar dan
Abu Bakar , dan mereka menyatakan bahwa mereka menzalimi ‘Ali dan
merenggut khilafah darinya (lihat lum’ah ‘anil-firoqidh dhollah hal. 38)
padahal kepemimpinan mereka disepakati oleh para sahabat dan juga
membaiat mereka, dan diantara yang membaiat mereka adalah ‘Ali bin Abi
Tholib –rodhiyallohu ‘anhum-
Dan Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda : إن أمتي لا تجتمع على ضلالة
Ummatku tidak akan bersepakat diatas kesesatan(HR.Ibnu Majah no.3950 dari Anas bin Malik –rodhiyallohu ‘anhu-)
Syaikhul Islam –rohimahulloh-berkata : barang siapa yang membantah tentang kepemimpinan salah satu dari mereka maka ia lebih sesat dibandingkan keledai.( Al-‘Aqidatul-wasithyyah)
- Menghalalkan nikah Mut’ah sedangkan Nabi- shollallohu ‘alaihi wa sallam- mengharamkannya , sebagaimana dalam Shohih Al-Bukhory dan Muslim ‘Ali bin Abi Tholib berkata :
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ نِكَاحِ الْمُتْعَةِ يَوْمَ خَيْبَرَ وَعَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الأَهْلِيَّةِ
Sesungguhnya Nabi - shollallohu ‘alaihi wa sallam- melarang dari pernikahan mut’ah pada hari Khoibar dan (memakan)daging keledai. (HR.Al-Bukhory dan Muslim)
Dan dalam hadist Sabroh Al-Juhany Nabi- shollallohu ‘alaihi wa sallam- katakan : sampai hari kiamat(HR. Muslim)
-
Menyatakan bahwa yang berhak memegang kepemimpinan
(khilafah) hanyalah dari keturunan ‘Ali bin Abi Tholib sebagaimana yang
disebutkan oleh Al-Hafidhz Ibnu Hajar dalam Fathul-Bary 13/147
Dan Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda: الأئمة من قريش
Para pemimpin itu dari suku Quraisy (HR.An-Nasa-I dari Anas bin Malik)
Hadist
ini jelas bahwa kepemimpinan tiadaklah mesti dari keturunan ‘Ali
-rodhiyallohu ‘anhu- Abu Bakar, ‘Umar ‘ ‘Ustman, Mu’awiyah
-rodhiyallohu ‘anhum- dan selainnya dari para pemimpin dan kholifah
bukan dari mereka , dan atas inilah pengamalan kaum muslimin dari zaman
ke zaman.
- Menyakini
bolehnya memberontak dan tidak taat kepada penguasa setempat . Hal ini
kami saksikan dalam beberapa tahun terakhir mereka keluar dan melawan
penguasa , dan ini sebaik-baik bukti ,
Nabi –shollallhu ‘alaihi wa sallam- bersabda :
«
مَنْ كَرِهَ مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ
لَيْسَ أَحَدٌ مِنَ النَّاسِ خَرَجَ مِنَ السُّلْطَانِ شِبْرًا فَمَاتَ
عَلَيْهِ إِلاَّ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً »
Barang
siapa yang membenci sesuatu dari pemimpinnya maka hendaknya ia
bersabar , karena sesungguhnya barang siapa yang keluar sejengkal dari
ketaatan kepada penguasa (berontak) kemudian ia meninggal dalam keadaan
tersebut , maka ia mati dengan kematian jahiliyyah (HR. Al-Bukhory dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas –rodhiyallohu ‘anhu-)
Maka mereka termasuk khowarij* sebagaiman yang dikatakan oleh Asy-syaikh Muqbil dalam Sho’qotul-zilzaal 2/486
- Menyakini adanya rainkarnasi (hidup kembali) lihat ilhadul-khumainy dan persaksian
Al-Akh Ahmad bin ‘Abdulloh bin ‘Ali Al-Mathory di negara Iran basis
terbesar rofidhoh dunia (insya Alloh masih dalam proses terjemah)
Untuk
lebih mengenal rofidhoh maka para pembaca bisa merujuk kepada
buku-buku yang khusus membahas mereka , seperti kitab Minhajussunnah
karya Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah -rohimahulloh- -kitab ini
adalah salah satu kitab rujukan yang paling tepat untuk mengenali
syi’ah rofidhoh- demikian juga buku-buku Asy-syaikh Muqbil -rohimahulloh-
seperti Sho’qotul-zilzal , Ilhadul-Khumainy fii ardhil-harom , dan
Irsyad zawi-fithon li ib’aad ghulatir-rofidhoh minal-yaman ,dan
buku-buku beliau yang lain yang dimana beliau telah menyaksikan
keyakinan rofidhoh dan para pemeluknya dan merasakan pahitnya tinggal
dan berdakwah ditengah-tengah mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar