Menikah adalah Sebuah Pilihan ( butuh persiapan )
Baru saja berdiskusi dg teman.
Kebimbangan masih menghantui dirinya
untuk mengambil sebuah keputusan yg baik.
Sebenanya bukan ketakutan yg
ada pada dirinya, tapi rasa tidak percaya diri yg bersemanyam di benak
nya. Takut ini... takut itu... belom siap... belom ada calon...
carikanlah...
itu yg selalu terlontar dari mulut nya.
Ketika ku ajak
menghitung umur yg sdh terpakai
dia sedikit termenung,
ketika ku katakan
nabi saw takut wafat masih bujang dia tertegun,
ketika ku katakan 5
tahun akan datang kamu dimana,
dia diam seribu bahasa,
ketika ku katakan
jodoh yg belum dikirimkan ALLAH kepadanya karena dia belum bersiap
sejak jauh hari, dia menunduk.
Sedikit air mata mengalir dari mata nya
krn menyadari betapa sulitnya mencari pasangan ideal.
Tiba-tiba keluar
suara dari mulut nya yg mengatakan "kenapa aku jadi begini,
apa karena
maksiat masih banyak pada diriku".
Sebuah pengakuan atau sebuah
pernyataan.
Aku sendiri tidak tahu.
Seperti kita sadari HAWA dan NAFSU
adalah sebuah karunia dari ALLAH swt yg telah ditentukan penyalurannya.
Tapi dizaman sekarang semudah membeli kacang goreng mendapatkan nya. cobalah lihat diri kita.
Adakah pernah maksiat bersemayam.
Hanya kita yg
bisa menjawab.
Jadi sampai kapan menikah akan terwujud klu persiapan
nya belum juga di mulai.
Pelajari ilmu rumah tangga agar kita bahagia (
kutipan lagu nasyid )
itu lah yg seharusnya dari dulu kita lakukan.
Namun belum ada kata terlambat.
Persiapkanlah yakin lah pasti ada jodoh
yg telah dipersiapkan Allah untuk kita.
Bukankah Allah sudah janji Laki2
laki beriman hanya untuk wanita beriman, laki2 penzina hanya untuk
wanita penzina....
jadi sebuah pilihan yg sdh tampak didepan mata...
tunggu saja...
kita pasti sdh tahu jodoh kita ideal nya seperti apa.
namun ALLAH LEBIH TAHU mana yg tepat untuk kita. ( TDY)
